bisakah membedakan cinta terhadap negara dengan cinta terhadap seseorang?? itulah yang menjadi pesan yang gw lihat ketika nonton saeguk drama yang satu ini. cerita nya sangat bikin gregetan, walaupun kalian ga suka nonton saeguk drama gw sarankan yang satu ini patut untuk ditonton. cerita dimulai ketika Raja Jinheung yang mempunyai ambisi mempersatukan semenanjung Korea dibawah naungan Silla, mengetahui kabar bahwa anak nya mati dimedan perang.

panglima Mishil(Go Hyun Jung) yang memberitahukan hal ini, tidak senang ketika tahu bahwa raja akan mengangkat cucu nya menjadi raja, cinta nya terhadap Silla ternyata lebih dalam daripada kesetiaan nya terhadap raja Jinheung. dia pun ingin merebut tahta Silla dengan membunuh raja, dan membantu anak kedua raja Jinheung, raja Jinji untuk menjadi raja. ketika sudah mempunyai anak, Mishil ingin Jinji mengangkat nya menjadi ratu, akan tetapi raja menolak dan Mishil pun membuang anak nya(Bidam) dan merebut kekuasaan dengan dukungan dari para hwarang. untuk mengendalikan Silla, Mishil pun mengangkat cucu raja tadi, yang akan menjadi raja Jinpyeong.

Mishil pun tahu ada ramalan jika suatu hari akan ada orang yang akan melawan dia, dia pun berusaha menyingkirkan Lady Maya yang sedang mengandung anak raja Jinpyeong. ketika waktu kelahiran, ada hukum bahwa keturunan raja akan habis jika melahirkan anak kembar, sang raja pun akhirnya menyuruh pembantu nya untuk membawa lari satu anak nya yang akhirnya diberi nama Deok Man(Lee Yo Won). Deok Man pun dewasa, begitu juga dengan saudara kembar nya, Putri Chun Myeong(Park Ye Jin). dalam rangka mencari kebenaran istana, Chun Myeong pun tahu bahwa Deok Man juga adalah keluarga kerajaan, akhirnya dengan bantuan hwarang Kim Yoo Sin(Uhm Tae Wong) dan hwarang Alcheon(Lee Seung Hyo), mereka terus melawan Mishil yang punya pengaruh kuat di kerjaan sebagai penjaga stempel istana.